Festival Sastra Sumba 2026: Antusiasme Peserta Melampaui Target, 100 Pendaftar Siap Disaring

Terkini 13 Aug 2026 14:07 • 4 min read • 407 views • By Lili Bawo
Festival Sastra Sumba 2026: Antusiasme Peserta Melampaui Target, 100 Pendaftar Siap Disaring
“Target Terlampaui, 100 Peserta Antusias Meramaikan pendaftaran dan akan disaring, hanya 60 diantaranya menjadi Peserta pilihan dalam agenda Festival Sastra Sumba 2026”

SUMBA BARAT, NTT — Festival Sastra Sumba 2026 yang digagas Komunitas Seni Sastra Budaya Sumba (SSBS) menunjukkan geliat literasi sastra yang menggembirakan. Pendaftaran peserta lokakarya sekaligus kontributor buku antologi puisi “Panggil Aku Sumba” yang dibuka secara daring pada 31 Juli hingga 12 Agustus 2026, berhasil melampaui target yang telah ditetapkan panitia.

Hingga Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 11.00 WITA, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 61 orang. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 74 orang pada pukul 22.00 WITA.

Ketua panitia, Yosephine Uly Widyastuti, bersama timnya, Siti Erna dan Aristo Landukati, tetap optimistis kegiatan lokakarya dapat terlaksana sesuai rencana. Target awal panitia adalah 60 peserta, sehingga jumlah pendaftar yang telah mencapai 74 orang dinilai sebagai sinyal positif terhadap tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan sastra.

Namun, kejutan justru terjadi pada penghujung masa pendaftaran sampai tutup di pukul 00.00 WITA kala panitia telah istirahat dari kelelahannya. Hingga Rabu pagi, 13 Agustus 2026, Siti Erna selaku admin pendaftaran menyampaikan melalui grup WhatsApp panitia bahwa jumlah calon peserta telah meningkat signifikan hingga mencapai 100 orang. Total Jumlah peserta pendaftar ini semuanya berasal dari empat kabupaten Kota Se-Sumba.

Lonjakan tersebut menjadi pencapaian yang dinilai luar biasa, terutama dalam konteks pengembangan literasi di Sumba yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam bidang sastra.

Antusiasme yang melampaui kuota membuat panitia harus kembali melakukan pembahasan internal. Kuota lokakarya telah ditetapkan sebanyak 60 peserta sesuai dengan perencanaan dan anggaran program. Karena itu, panitia akan melakukan proses seleksi terhadap para pendaftar. Sebanyak 40 calon peserta nantinya tidak dapat masuk sebagai peserta resmi lokakarya.

Festival Sastra Sumba 2026 direncanakan diawali dengan acara pembukaan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, dalam hal ini Bupati Sumba Barat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam upaya memperkuat ekosistem sastra dan budaya di wilayah Sumba.

Dalam lokakarya, SSBS juga menghadirkan dua mentor atau pemateri. Salah satunya adalah Wayan Jengki Sunarta, penyair Indonesia asal Bali yang dikenal memiliki kiprah kuat dalam dunia perpuisian. Kehadiran Wayan Jengki Sunarta menjadi salah satu daya tarik penting bagi peserta sekaligus bagian dari upaya mempertemukan pegiat sastra Sumba dengan pengalaman kesusastraan dari luar daerah. Dan berikutnya komunitas juga menghadirkan seorang Dosen Bahasa dan Sastra Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang Dr. B. Retang Wohangara, S.S., M. Hum yang nantinya akan membawakan materinya tentang tradisi lisan Sumba menjadi karya sastra yang di kolaborasikan dengan teknik menulis puisi Bli Wayan Jengki Sunarta dimana kedua figur ini akan memandu peserta melahirkan karya puisi luar biasa dalam buku antologi PANGGIL AKU SUMBA' sebagai karya anak daerah dari selatan Nusatara (Sumba) untuk Indonesia. 

Bagi komunitas SSBS, sosok Wayan Jengki Sunarta juga memiliki arti khusus. Ia disebut sebagai salah satu figur yang dihormati oleh komunitas tersebut, terutama oleh penggerak sastra Sumba, Kristopel Bili.

Kristopel Bili menyebut Festival Sastra Sumba 2026 sebagai buah dari perjalanan panjang dan kerja keras para pendiri serta penggerak SSBS dalam membangun kehidupan sastra di Sumba.

Menurutnya, festival tersebut merupakan bagian dari sejarah baru perjalanan sastra Sumba sekaligus menjadi momentum penting bagi komunitas yang telah berproses dan berkarya selama bertahun-tahun.

Ia juga memandang festival tersebut sebagai kado terindah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bagi perjalanan satu dekade berkarya komunitas SSBS. Puncak perayaan itu direncanakan berlangsung pada malam anugerah, 25 September 2026, yang sekaligus akan menjadi momentum peluncuran buku antologi puisi “Panggil Aku Sumba”.

Buku tersebut diproyeksikan menjadi ruang bagi karya-karya penyair dan penulis muda maupun pegiat sastra dari Sumba untuk menemukan bentuknya melalui puisi.

“Panggil Aku Sumba” tidak sekadar diposisikan sebagai sebuah buku antologi, tetapi sebagai dokumentasi kreativitas sastra anak daerah Sumba sekaligus upaya menghadirkan suara Sumba melalui karya sastra.

Bagi Kristopel, proses kreatif itu sejalan dengan amanat Sang Guru Besar sastra Sumba, Umbu Landu Paranggi, tentang karya-karya yang pada mulanya belum berbentuk, kemudian menemukan bentuknya melalui proses kreatif dan kesungguhan berkesenian.

Melalui Festival Sastra Sumba 2026, SSBS berharap geliat sastra di Sumba semakin berkembang. Membludaknya pendaftar lokakarya hingga mencapai 100 orang menjadi salah satu tanda bahwa minat terhadap sastra sebenarnya memiliki ruang untuk tumbuh, bahkan di tengah berbagai keterbatasan literasi.

Festival ini pun diharapkan bukan hanya menjadi agenda sesaat, melainkan momentum untuk memperkuat jaringan penulis, penyair, komunitas, dan generasi muda Sumba agar terus melahirkan karya serta menjadikan sastra sebagai bagian penting dari kehidupan budaya daerah.

Komentar (3)

Meliana Porro
Jl. Adhyaksa KM² Waikabubak
13 Aug 2026 22:24

Senang sekali rasanya bisa bergabung kembali bersama Komunitas Seni Sastra Budaya Sumba, yang sejak tahun 2017 lalu saya di beri kesempatan untuk bersajak lewat penyususan buku antologi puisi "Gemuruh 1001 Kuda Padang Sabana" yang sudah genap 9 tahun lamanya, Semoga, segala bentuk suport dari karya sastra lokal dapat menumbuhkan nilai positif dalam melestarikan budaya.

Meliana Porro
Jl. Adhyaksa KM² Waikabubak
13 Aug 2026 22:24

Senang sekali rasanya bisa bergabung kembali bersama Komunitas Seni Sastra Budaya Sumba, yang sejak tahun 2017 lalu saya di beri kesempatan untuk bersajak lewat penyususan buku antologi puisi "Gemuruh 1001 Kuda Padang Sabana" yang sudah genap 9 tahun lamanya, Semoga, segala bentuk suport dari karya sastra lokal dapat menumbuhkan nilai positif dalam melestarikan budaya.

Angela Margareta Bili
Asrama polres Sumba Barat
13 Aug 2026 20:52

Saya bangga karena bisa menjadi bagian dari 100 pendaftar Festival Sastra Sumba 2026. "Panggil Aku Sumba" merupakan panggilan untuk kami anak Sumba untuk terus berkarya. Dari 100 pendaftar akan dipilih 60 orang. Semoga saya juga diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari 60 itu. Aamiin 🙏 Terima kasih kepada SSBS dan Selatan Nusantara karena sudah memberi ruang kepada kami. Semoga karya-karya anak-anak Sumba ini bisa menjadi suara Sumba untuk seluruh Indonesia dan seluruh dunia 🙏

Recent Articles