Festival Sastra Sumba 2026 Siap digelar Merayakan Satu Dekade Komunitas SSBS di Tanah Marapu

Terkini 29 Jul 2026 22:25 • 2 min read • 368 views • By selatannusantara82
Festival Sastra Sumba 2026 Siap digelar Merayakan Satu Dekade Komunitas SSBS di Tanah Marapu
Satu Dekade Berkarya, SSBS Hadirkan Festival Sastra Sumba 2026

SUMBA – Festival Sastra Sumba 2026 akan segera digelar di tanah Marapu, Pulau Sumba, tanah kelahiran Sang Maestro sastra Indonesia, Umbu Landu Paranggi. Kegiatan ini diprakarsai oleh Komunitas Seni Sastra Budaya Sumba (SSBS) sebagai bagian dari perayaan satu dekade perjalanan komunitas yang selama ini konsisten menghidupkan geliat sastra dan budaya di Pulau Sumba. Setelah bertahun-tahun berkarya secara mandiri dan swadaya, Festival Sastra Sumba tahun ini hadir dengan semangat baru. Memasuki usia ke-10 tahun, SSBS yang dikenal dengan logo kepala kuda putih menggelar perayaan akbar melalui Festival Sastra Sumba 2026, sebuah momentum untuk memperkuat ruang kreatif sekaligus memperkenalkan karya-karya sastrawan daerah ke tingkat nasional. Salah satu capaian utama festival ini adalah penerbitan buku antologi puisi berjudul Panggil Aku Sumba, yang menghimpun karya-karya para penyair asal Sumba dan putra-putri daerah. Buku tersebut dijadwalkan diluncurkan pada Malam Anugerah, 25 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 Komunitas Seni Sastra Budaya Sumba. Festival Sastra Sumba 2026 diketuai oleh Yosephine Uly Widyastuti, bersama para pendiri komunitas SSBS, di antaranya Aristo Landukati (Sekretaris) yang dikenal dengan nama pena Peluru Pena, Siti Erna selaku novelis komunitas, Qadar Rizky R.S., Vic. Petrus Lende Pare, serta Antonius Resi dari Sumba Tengah. Selain itu, sejumlah pendiri lainnya yang turut membangun komunitas sejak awal namun belum dapat bergabung dalam kepanitiaan tahun ini karena faktor jarak dan kesibukan adalah Elvira Hamapati, Aminuddin S. Gadi, dan Johanes Habarita. Mereka tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan perkembangan SSBS selama satu dekade terakhir. Festival Sastra Sumba 2026 mengusung semangat untuk menemukan dan membentuk potensi-potensi sastra yang selama ini belum mendapat ruang yang memadai. Melalui kegiatan ini, SSBS berharap lahir lebih banyak penulis, penyair, dan pegiat literasi yang mampu membawa nama Sumba ke panggung sastra nasional. Rangkaian kegiatan festival akan meliputi lokakarya kepenulisan, penyusunan dan peluncuran buku antologi puisi Panggil Aku Sumba, Parade Baca Puisi, hingga Malam Anugerah sebagai puncak acara. Pada malam tersebut, panitia juga akan memberikan penghargaan kepada para pegiat sastra dan kontributor yang telah menunjukkan dedikasi dalam berkarya, khususnya melalui buku antologi Panggil Aku Sumba. Festival Sastra Sumba 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan sastra di Pulau Sumba, sekaligus mempertegas posisi daerah ini sebagai salah satu ruang lahirnya karya-karya sastra yang kaya akan nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat kemanusiaan.

Komentar (1)

Na erna
Waikabubak
30 Jul 2026 05:25

Tebarkan tekad dalam kesenian berbudaya Sumba. Salam sastraa🫡

Recent Articles