Wakil Bupati Sumba Barat Buka Festival Sastra Sumba 2026, Dorong Pelestarian Sastra dan Tradisi Sumba

Terkini 21 Aug 2026 13:41 • 3 min read • 98 views • By Yosphin Uly W
Wakil Bupati Sumba Barat Buka Festival Sastra Sumba 2026, Dorong Pelestarian Sastra dan Tradisi Sumba
SUMBA BARAT — Festival Sastra Sumba 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumba Barat dalam suasana penuh khidmat di Aula Alfa Alfin MAN Sumba Barat. Ke...

SUMBA BARAT — Festival Sastra Sumba 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumba Barat dalam suasana penuh khidmat di Aula Alfa Alfin MAN Sumba Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan literasi sekaligus menggali, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan sastra serta tradisi lisan masyarakat Sumba.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah, jajaran Dinas Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif, serta sejumlah pejabat dan jajaran terkait lainnya.

Festival Sastra Sumba 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan karya serta mendorong lahirnya penulis-penulis Sumba di masa depan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Barat menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, pihaknya merasa bangga atas terselenggaranya Festival Sastra Sumba 2026. Rasa bangga tersebut semakin bertambah dengan hadirnya dua sosok yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, yakni penyair Indonesia asal Bali, Wayan Jengki Sunarta, serta dosen bahasa dan seni, Bernadus Retang Wohangara.

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran serta dukungan mereka terhadap Festival Sastra Sumba 2026, Wakil Bupati Sumba Barat secara simbolis menyelempangkan kain Sumba kepada kedua pemateri tersebut.

Momen tersebut menjadi simbol perjumpaan antara sastra, budaya, dan tradisi, sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terhadap para pegiat sastra dan akademisi yang turut mengambil bagian dalam memperkenalkan serta mengembangkan kekayaan budaya Sumba.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Festival Sastra Sumba memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kegiatan literasi. Festival ini merupakan salah satu aksi untuk mengangkat kembali nilai-nilai tradisi serta syair-syair Sumba yang selama ini hidup dan tertutur dalam berbagai ritual adat.

Menurutnya, syair-syair Sumba merupakan salah satu bentuk sastra tertinggi yang dimiliki orang Sumba. Di dalamnya terkandung kekayaan bahasa, filosofi, sejarah, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Syair-syair tersebut juga kaya akan metafora dan kiasan, yakni menggambarkan suatu hal dengan menggunakan hal lain untuk menyampaikan sebuah makna. Kekayaan tersebut menjadi identitas penting dalam sastra dan kebudayaan Sumba yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pada momentum yang sama, para pemateri Festival Sastra Sumba 2026, Wayan Jengki Sunarta dan Bernadus Retang Wohangara, secara resmi menyerahkan karya buku mereka yang berkaitan dengan puisi dan cerita rakyat Sumba kepada Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Sumba Barat.

Penyerahan buku tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan literasi dan sekaligus upaya menambah koleksi bahan bacaan di rak buku Dinas Perpustakaan Daerah Sumba Barat. Kehadiran karya-karya tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, yang ingin mengenal lebih jauh sastra, cerita rakyat, dan kekayaan budaya Sumba.

Wakil Bupati menyambut baik dukungan tersebut dan berharap kolaborasi antara pemerintah, sastrawan, akademisi, pegiat literasi, serta masyarakat dapat terus dikembangkan.

Menurutnya, karya sastra tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga ingatan kolektif, identitas budaya, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat.

Festival Sastra Sumba 2026 diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara generasi muda dengan kekayaan sastra dan tradisi lisan Sumba. Budaya tutur yang selama ini diwariskan melalui berbagai ritual adat diharapkan tidak hanya tetap hidup dalam masyarakat, tetapi juga dapat didokumentasikan, dikaji, dikembangkan, dan dituangkan ke dalam berbagai bentuk karya sastra.

Dengan terselenggaranya festival ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap gerakan literasi dapat terus tumbuh dan melahirkan generasi yang gemar membaca, mampu menulis, serta bangga terhadap kekayaan budaya daerahnya.

Festival Sastra Sumba 2026 sekaligus menjadi langkah untuk memastikan bahwa sastra, bahasa, cerita rakyat, syair, dan nilai-nilai budaya Sumba tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi-generasi yang akan datang.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Recent Articles